You are currently browsing the monthly archive for May, 1999.
Dalam ruang kelam
cahaya berbalam-balam
udara sesak dan musik bingit
yang hangat menumbuk-numbuk jantung:
aku berdiri di celah-celah ketakutan
langsung memerhatikan kebencian.
Tubuh meraba-raba
berahi tanpa ereksi
ketika penyaksian
telah mensahkan pesta kekeliruan itu.
30 mei 1999
jakarta, indonesia
AGUS
seorang anak kecil
apakah jiwamu juga kerdil?
itu tidak bisa kuduga
hanya dengan sebuah
PERTEMUAN
antara engkau dan aku
lantas melukis garis hidup
pada sempadan
PERPISAHAN
suatu rakaman rasa
dan emosi yang mengisi kelelahan
PENCARIAN
yang samar dan sangsi
membunuh kerinduan pada
KEBENARAN
hanyalah harapan
dan hidup meraih
janji-janji, lantas
kematian adalah jawapan
TUHAN
berikan syurgamu untuk
AGUS
seorang anak kecil
juga seorang rakan.
pagi 28 mei 1999, medan, indonesia
aku mungkin hidup dalam kelompok kematian
hanya kaku menghadap jalanan berbatu
membakar daging
atau
langsung menggelegakkan darah
untuk hidangan makan malam
pasti tidak mengundang selera
kerna kegelapan
adalah mimpi yang pasti.
tapi kenapa dibiarkan tubuh terluka itu?
sedang pembunuhan akan terus
mentertawakan nyawa.
medan, indonesia
12 mlm
21 mei 1999