You are currently browsing the monthly archive for April, 1999.

Untuk apa berlumba merebut kematian?
kita bukan menodai kepastian
atau
memperkosa kekaburan
kita hanya ingin menelanjangkan kepuraan
yang berselubung dibalik topeng kemanusiaan
maka itu
tidak perlu malu
untuk dicerminkan wajah binatang ini
kerana ia adalah kita.

22 april 1999
5.03 pagi
bangsar utama

kehidupan
adalah
kebebasan yang mati,
terkurung
dalam jiwa yang mengikat fikiran.
kematian
adalah hidup yang bebas,
terlepas dari janji
yang memenjara harapan
kematian dan kehidupan
adalah penipuan
pada tertipu, menipu dan ditipu?

april 1999
kamar koi, bu

Berbaring di jalan batu
tubuh lesu
dan saraf kaku.
Jiwa sempit memerhati langit yang luas;
burung-burung terbang bebas
arah berpandu pada sayap dan mata,
manusia menjerit;
menjilat derita yang perit
tapi
kebenaran masih terluka
dan
suara masih lagi memamah rasa pahit.

14 april 1999
2 ptg
kl

Serpihan kaca yang mengalir;
mengeringkan tangis
pada airmata marah.
api yang marak membakar;
memadamkan nyanyi derita
pada nyala kelukaan.

14 april 1999
kl

Hidup yang kelam;
aku terpinggir dalam luruh kekalutan yang meluka.
Jalan-jalan terbuka
mengoyak jiwa
memancung keteguhan
dan
mengalirkan keresahan.
diri terpisah dari harapan
hati berdayung pada kepastian
tapi kebenaran yang kabur mengosongkan jiwa.

7 April 1999
12.40 malam
kamar koy, bangsar utama