malam telah memeluk tubuhku
lena di ranjang yang tergugah
aku terbaring dalam kelam
merasa diri lemah seolah tak bernyawa.
segala laku yang terkaku
menyisir rentak usiaku
dengan suara mesra kelembutan
membisik jauh
meninggalkan jejak-jejak yang di atur.
igauan-igauan indah enak mentertawakan mimpi,
pada hidup yang ngeri
sentiasalah menanti.
1.33 pagi
8 november 1998
astana sri tanjung, um
No comments
Comments feed for this article