Aku diam di daerah terpinggir
memerhati langit kota memerah
darah membasahi wajah,
tubuh-tubuh tua yang luka,
riak pada garis-garis jiwa yang mati
beku dan terkaku
aku tidak bebas, tidak juga terpenjara
tapi kekalutan yang meresah
telah menyisihkan kebenaran dan kepalsuan
antara dua titik itu
aku berdiri di tengahnya
untuk menilai;
kepastian yang kabur
dan kekaburan yang pasti.
2.35 petang, 9 september 1998
petri jaya, kota tinggi, johor
No comments
Comments feed for this article